Berantakan!


Kata orang-orang
Aku begitu-nya aku

Hidup
Mencari ruang ruang
Menjadi buang buang
Menaruh peluang peluang

Cinta
Cinta datang memeluk-ku
Lalu pergi merenggut setiap punya-ku

Nasib
Nasib-ku bukan lah terlalu malang
Tetapi kudrat-ku telah habis dijuang

Aku tak mahu lagi
Separuh nyawa-ku berbaki begini

Ini sudah penghabisan
Berantakan!

Ketika Saya Jatuh Cinta


Waktu meninggalkan saya dengan pesan
   "Ketika matari hilang warna
   "Ketika langit jadi gelita
   "Kau akan merasakan hujan dan kesedihan"

Lalu malam mendekap saya
Dan membiarkan perasaan saya menjadi ribut dalam awan

Katanya lagi,
Ketika saya jatuh cinta
Ketika itu juga akan saya hilang segalanya
Bahkan -- diri saya sendiri

Lantas dari itu
Saya berjanji

Untuk tidak akan pernah jatuh cinta lagi

Buat Perempuan-ku, Laila.


Perempuan-ku, Laila
Waktu saya menulis ini
Jantung saya dipenuhi dengan pelbagai rasa
Yang saya sendiri tidak tahu untuk dicerita

Perempuan-ku, Laila
Saya menyayangi kamu itu lebih dari seorang saudara
Yang saya anggap adalah diri saya yang ke-dua

Di mana sakit-sakit kamu
Sakit-sakit saya juga
Tawa-tawa kamu
Adalah tawa saya juga

Laila,
Kebisuan saya selama bertahun ini bukanlah berarti permusuhan
Bukanlah juga kebencian
Tetapi ruang untuk betulkan kesilapan

Kita sudah dewasa, Laila
Persahabatan itu bukan lagi anak patung atau bantal peluk

Saya masih ada, Laila
Di dalam doa-doa
Saya masih menyebut
"Buat perempuan-ku, Laila"