Ketika Saya Jatuh Cinta


Waktu meninggalkan saya dengan pesan
   "Ketika matari hilang warna
   "Ketika langit jadi gelita
   "Kau akan merasakan hujan dan kesedihan"

Lalu malam mendekap saya
Dan membiarkan perasaan saya menjadi ribut dalam awan

Katanya lagi,
Ketika saya jatuh cinta
Ketika itu juga akan saya hilang segalanya
Bahkan -- diri saya sendiri

Lantas dari itu
Saya berjanji

Untuk tidak akan pernah jatuh cinta lagi

Buat Perempuan-ku, Laila.


Perempuan-ku, Laila
Waktu saya menulis ini
Jantung saya dipenuhi dengan pelbagai rasa
Yang saya sendiri tidak tahu untuk dicerita

Perempuan-ku, Laila
Saya menyayangi kamu itu lebih dari seorang saudara
Yang saya anggap adalah diri saya yang ke-dua

Di mana sakit-sakit kamu
Sakit-sakit saya juga
Tawa-tawa kamu
Adalah tawa saya juga

Laila,
Kebisuan saya selama bertahun ini bukanlah berarti permusuhan
Bukanlah juga kebencian
Tetapi ruang untuk betulkan kesilapan

Kita sudah dewasa, Laila
Persahabatan itu bukan lagi anak patung atau bantal peluk

Saya masih ada, Laila
Di dalam doa-doa
Saya masih menyebut
"Buat perempuan-ku, Laila"

Laki-laki yang Menggantungkan Hatinya Pada Bumbung Kesedihan


Aku pernah melihat
Seorang laki-laki yang menggantungkan hatinya
Pada bumbung kesedihan

Lalu menjual jantungnya sendiri
Untuk menebus setiap kegagalan
Dan bola matanya
Menjadi saksi pada setiap kekecewaan

Kata-nya;
Hidup ini tidak ubah seperti satu sumpahan
Semalam adalah kesilapan
Dan esok adalah hukuman

Kemudian
Aku membeli jantungnya
Dengan harga sebuah nyawa

Kata-ku;
Di dalam aku ada cinta
Hidup dan berbahagialah
Kerna hidup ini lebih dari sekadar hidup
Hidup ini lebih dari sekadar menunggu mati